Wednesday, 8 December 2021

Kembali Utuh

Tak apalah, tahan..

Jangan menginterupsi perasaan orang lain,

Biarlah ia berpetualang dengan hatinya.


Walaupun ini begitu menyakitkan,

Tapi...

Ia punya hak dengan perasaannya,

Jangan merasa paling sedih,

Bisa saja perasaannya lebih hancur.


Walaupun ini sangat tidak nyaman,

Tapi...

tidak mungkin memaksa bukan?

Memaksanya mengubah perasaan,

dari sedih menjadi bahagia,

dari cemburu menjadi tawa, tentu tidak.


Sebagaimana dirimu ingin sembuh,

Ia juga butuh waktu untuk kembali utuh.


Sabar yaa~


Thursday, 21 October 2021

Tidak Pernah Cukup

Mengutarakan perasaan selalu jadi hal yang asing untukku,
Bagaimana tidak, aku besar dengan menumpuk setiap perasaan yang aku rasakan,
Aku besar dengan tidak mengenali setiap perasaan dan apa yang harus aku lakukan,

Maka aku tumbuh dengan bersikap keras pada diri sendiri,
Jika bukan perasaan gembira, jangan sekalipun tunjukkan,

Maka menangis selalu jadi hal memalukan,
Bersedih kuanggap suatu kesalahan,
Ketakutan selalu kusembunyikan,
Tubuh sakitpun tak kuhiraukan.

Belum lagi ketika diri melakukan kesalahan,
Kuhukum diri sendiri dengan berlebihan,
Menganggap diri ini adalah sebuah bentuk kegagalan,

Putus asa sering sekali datang mengusulkan diri agar jadi pilihan,
Jika bukan Allah Tuhanku, dan bukan Islam agamaku, 
Mungkin menyerah sudah kupilih di setiap medan perang.

Entahlah, walau mereka bilang iri denganku, 
Mereka hanya tidak tahu,
Setiap hal yang kudapatkan,
Tak semua dapat memuaskanku.

Karena ternyata yang kubutuhkan hanyalah didengar dan dipedulikan, 
Yang kubutuhkan hanyalah mengakui setiap perasaan,
Bukan pujian akan prestasi atau pun kepopuleran.


Wednesday, 13 October 2021

Si Pelari

Aku si pelari yang acuh tak peduli
dan kau si penetap yang jujur hati,

Aku si bocah kecil yang senang kesana kemari,
dan kau si tinggi yang bijaksana sekali,

Aku si nakal nan bebal,
dan kau si sabar yang kebal,

Aku si rempong yang mudah bete dan bosan,
dan kau si berlebihan yang penuh kasih sayang,

Aku si kura-kura yang sampai belakangan,
dan kau si kelinci yang melesat di depan,

Aku si panik yang tak karuan,
dan kau si tegas penuh kepastian,

Kadang heran, kenapa bisa memutuskan untuk bersama,
padahal perbedaan diantara kita cukup banyak adanya.

Kadang heran, kita punya banyak sekali perbedaan,
tapi mengapa ketika bersama rasanya begitu nyaman.

Maka dari kenyamanan itu aku belajar,
bahwa untuk bersama tak mesti punya banyak persamaan,
melainkan saling melengkapi dalam setiap perbedaan.

Semoga setiap niat baik yang sedang kita doakan dan usahakan,
senantiasa Allah lancarkan dan karuniai keberkahan

Aamiin Yaa Robbal Alaamiin :)


Monday, 4 October 2021

Sweet Butter

 

I'm not a big fan of body butter, but....
It's gonna be my most fav body butter ever!!!
Ever ever ever and everrr~

It's not because of the brand
It's not because of the variant
It's not because of the colour
It's not because of the smell
It's also not because of the price

But it's because of you 💗

Every kind of things from you,
Will automaticly become my most fav things :)

Friday, 1 October 2021

Home

I hope I can be a 'home' for you...

A comfortable place you can come whenever you want,
A comfortable place for you to cry or to whine,
A comfortable place for you to laugh or to love,
A comfortable place that make you always feel safe,
A comfortable place where you can show your truly yourself without any worries,

But the fact is....

I'm not that kind of 'home'
I keep the door closed even if you knock so hard from outside to come in,
I keep not listening to you, even though everything is for my goodness,
I keep being selfish even though you've been doing your best to take care of my feelings,
I keep ignoring all your love and affection without thinking how would you feel,

I'm truly sorry....
I still cant be a 'home' for you,
A home should be a place that make you feel cured,
Not hurted....

From the deepest of my heart I'm so sorry,
I hope you know that my love will always root for you 💗


Tuesday, 18 May 2021

Takut Kecewa

Entahlah apa kau benar seseorang yang Allah takdirkan untukku,
Atau hanya sebatas seseorang yang seiring waktu akan berlalu,
Sedekat apapun, sekuat apapun terpautnya hati,
Jika akad belum terucap, sungguh tak ada yang bisa menjamin pasti.
Bahkan setelah akad pun segala kemungkinan itu akan tetap menghantui.

Aku mungkin tampak tak begitu peduli,
Namun sungguh, sejujurnya bimbang hinggap hampir di setiap hari,
Aku berusaha semampuku untuk mengembalikan takdir hanya pada Sang Illahi,
Menyerahkan segala kegelisahan, agar Ia yang tenangkan gemuruhnya hati,
Sembari menanti jawaban, apakah benar ini takdir yang telah lama dinanti,
Atau takdir yang akan berujung pada sebuah pergi.

Takdir apapun itu, satu yang akan tetap aku yakini mantap sepenuh hati,
Bahwa takdir sang Illahi adalah terbaik dari yang terbaik untuk diri ini

Monday, 16 November 2020

Alert!! curhat detected

 Bismillaahirrahmanirrahiim,

Assalamu'alaikum,


Halo semua~ apa kabar? yay finally nulis lagi!

Hampir lupa kalau punya blog, and I was a bit surprise ketika baca tulisanku beberapa tahun lalu, se-lebay itu, tapi namanya juga jiwa muda yang masih berkembang dan belajar, aku cukup maklumi diriku pada masa itu (padahal skrg masih lebay hahahaa).


It's 23.30 now!!!

"besok ngga akan begadang lagi" kataku berkata pada diri sendiri sehari yang lalu setelah 3 hari begadang. Well, the fact is far from what I've been planned. I dont know if it's a mistake or a good thing, but I've always been greedy for many things especially everything about experiences and knowledges. Karena terlalu banyak yang diambil, maka butuh pula lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya. And voilaaa~ selamat begadang berhari-hari! (:

Lagi ada di fase Semangat banget ngerjain ini itu dan belajar banyak hal. Merasa ada banyak ketertinggalan yang harus dikejar dan dipelajari. Tapi karena terlalu serakah dan tidak diperhitungkan secara matang malah berujung pada konsekuensi banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Well, having a lot of activites is good, but if it's too much, you should think about it again and make sure that you can take responsibility of what activities you've chosen.

Alhamdulillaah, sudah 2 hal yang terselesaikan, masih ada dua lagi tugas alias jobdesk lain yang harus dikerjain yang masing-masing tugas itu beda bidang. Sempet sampe sakit kepala dan mumet bgt tadi sore karena ada salah satu kerjaan yang cukup menguras energi dan pikiran. Awalnya bingung mesti gimana karena bener-bener udh stuck dan kepala rasanya sakit dan berat untuk bekerja. And then I realize that was my limit. I stop myself around 2 or 3 hours from work. Walau  sebenernya deg-degan karena dateline udah mepet. Tapi dari dua jam ini aku bener-bener menarik diri, I was telling everything to my best listener, Allah azza wa jalla. Having a deep conversation with Allah is always been the best choice, no matter how are you feeling. You can tell Him that you are tired, happy, sad, or anything else and He always been there listening to you.

Anyway, tiba-tiba nulis kaya gini adalah salah satu cara untuk membuang perasaan atau hal-hal negatif yang ada pada diri tanpa merugikan orang lain (kecuali yg baca blog ini, haha). Tapi ini serius, daripada marah-marah atau pasang wajah tidak menyenangkan di depan orang lain, it's better to write your own feelings. Banyak tokoh-tokoh, baik tokoh psikologis atau bukan yang menyarankan menulis sebagai salah satu cara penyaluran emosi negatif. So, you can try it!